Dimulainya Usia Emas Pembentukan Karakter dan Pertumbuhan Mental Seseorang

1 min read

Usia Emas Perkembangan Mental Anak

Sedikit berbagi yang saya tahu. Singkatnya, setiap manusia mempunyai perkembangan mental dan karakter yang terbentuk sejak lahir, bahkan bisa dibentuk ketika masih dalam kandungan.

Saya pun meyakini bahwa hal itu bisa dimulai dari ketika manusia masih dalam kandungan.

Interaksi batin melalui rasa dan pikiran dari ibu dan bapak, komunikasi dengan interaksi yang positif langsung dengan si bayi yang masih di dalam kandungan bisa dilakukan.

Waktu yang berharga, hal ini tepat dilakukan karena ketika bayi lahir ke dunia juga akan sangat berpengaruh dengan kondisi si kecil. Sesuai dengan sugesti, interaksi dan doa doa yang di bentuk orang tuanya. Jadi penting sekali keberadaan dan kedekatan suami di samping istri ketika hamil.

Memang keajaiban, manusia dalam kandungan masih terkoneksi kuat dengan Tuhan, hajat hajat yang baik pun akan mudah tersampaikan. Sejak saat ini pula bayi dikenalkan dengan Tuhan dan kasih sayang-Nya.

Saat bayi sudah lahir ke dunia, komunikasi dengan bayi pun tetap berlanjut, meskipun memang secara tampak bayi hanya bisa menangis dan tertawa, memang seperti itulah bisanya mengungkapkan apa yang ia mau.

Banyak orang beranggapan bahwa bayi tak mengerti setiap ucapan dan tindakan yang ditujukan kepada sekitar ketika baru dilahirkan, dan mungkin sampai sekitar usia 2 tahun.

Tapi sebenarnya bayi sangat mendengar, melihat dan merekam semua komunikasi yang ia terima. Dan itu diterima langsung oleh pikiran bawah sadarnya.

Saat mulai tumbuh nanti, setiap kemunikasi positif, nasehat positif, doa positif dan pemberian rasa dan pikiran yang positif akan membentuk dirinya.

Di usia 3 tahun, bayi akan mulai bisa berkomunikasi balik dengan caranya, sesuai dengan rasa dan tuntuntunan yang orang tua berikan sedari dulu.

Perlu di sadari pula, hal sederhana namun penting sekali. Orang tua adalah mirror bagi anaknya. Setiap tindakan, setiap ucapan, ekspresi, cara berbicara, intonasi, cara berfikir hingga rasa akan dirasa dan ditiru oleh anak-anaknya.

Oleh karenanya, didikan terbaik adalah dengan cara memberi teladan secara langsung, memberikan penjelasan tentang suatu tindakan dan kejadian itu, agar anak bisa berfikir dan mengerti tentang suatu pelajaran kehidupan. Dalam hal ini peran ayah dan ibu harus satu frekuensi, kompak dan sejalan.

Tak cukup sampai disitu, pendampingan dan perhatian orang tua tetap berlanjut, sepenuhnya. Memahami dan mengerti keinginan si kecil, memberi pengarahan positif dan memberi penjelasan penjelasan suatu kejadian, tetap dilakukan. Meskipun secara tampak si kecil juga tidak terlalu mengerti.

Pendampingan dari samping, menariknya dari depan, mendorongnya untuk tumbuh dari belakang. Dan diiringi dengan komunikasi dan penjelasan penjelasan. Disertai rasa yang positif.

Hingga beranjak usia 5 tahun, anak siap untuk diberi tanggung jawab kecil dan sederhana. Misalkan tentang menghargai waktu, seperti kapan waktunya bermain, kapan waktunya makan dan mandi.

Lalu diberi sedikit tantangan dan tanggung jawab yang positif, seperti membeli bumbu makan di warung sebelah rumah. Dan memberi apresiasi dari setiap pencapaiannya melakukan sesuatu yang membuatnya bangga.

Hingga usia 12 tahun, si anak siap dilepas  (maksudnya tetap ada komunikasi dan pantauan yang pada umumnya saja, dan memberikan ruang kebebasan untuk bergaul di dunia luar). Tanpa perlu khawatir akan terkontaminasi pengaruh buruk dari luar.

Anak dengan didikan seperti itu, tidak akan terpengaruh oleh lingkungan yang bertentangan dengan believenya, believe yang sudah ditanamkan sejak dalam kandungan. Bahkan insya Allah ia akan memberi pengaruh bagi sekitarnya.

0 Shares
4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *