Mengapa Cincin Pernikahan Selalu Berada di Jari Manis

Cincin Untuk Melamarmu

sumber gambar: https://thedowrybox.blogspot.co.id

Cincin Pernikahan – Cincin selalu disematkan dalam setiap prosesi pernikahan, ada makna tersendiri didalamnya. Pada acara pernikahan di beberapa negara di dunia, cincin pernikahan memang tidak selalu berada di jari manis tangan kiri. Namun satu hal yang dipastikan sama, mereka selalu memakai cincin di jari manis.

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa demikan?

Di negara kita Indonesia, tidak ada hukum yang mengatur warga negaranya untuk memakai cincin pernikahan pada jari manis, tidak juga dengan negara-negara lainnya. Namun masyarakat kita, dimanapun mereka berada, tradisi memakai cincin di jari manis selalu menjadi tradisi secara turun temurun.

Tradisi mula-mula adanya cincin pernikahan

Cincin Penikahan di Jari Manis

sumber gambar: http://reference.com

Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini bermula. Meskipun demikian, tetap ada teori yang bisa membantu kita menjawab rasa penasaran tentang asal usul tradisi menarik ini.

Untuk menganalisa hal ini, mari kita sejenak kembali ke masa lalu sekitar 3000 tahun lalu. Pada zaman ketika bangsa Romawi dan Mesir kuno berkuasa di bumi, masa itu belum ditemukan ilmu medis dan kepercayaan-kepercayaannya terhadap benda-benda mati masih kuat.

Di jaman itulah, anggapan tradisi penyematan cincin ini pertama kali digunakan yaitu oleh bangsa Mesir Kuno. Saat itu mereka belum menggunakan cincin emas seperti sekarang ini, melainkan ilalang/alang-alang yang dipakai sebagai cincin. Masyarakat Mesir kuno mengganggap cincin adalah lambang ikatan cinta yang mendalam.

Bangsa Romawi mengenal beberapa macam pernikahan menurut tingkatan kasta dan kebangsawanan mereka waktu itu, semakin tinggi kedudukan seseorang, pernikahan yang dirayakan juga semakin mewah.

Pernikahan kasta tertinggi ditandai dengan pengenaan cincin dari pengantin pria kepada pengantin wanita. Masyarakat Romawi menganggap cincin sebagai tanda kepemilikan, bahwa seorang wanita telah resmi menjadi milik pria yang menikahinya.

Cincin dipilih sebagai perhiasan pernikahan karena bentuknya yang melingkar

Cincin Berbentuk Lingkaran Memiliki Makna Cinta Selamanya

sumber gambar: www.satujam.com

Menurut ungkapan teori terkini, cicin dipilih sebagai perhiasan pernikahan karena bentuknya melingkar dan tanpa ujung. Hal itu memiliki arti seperti itulah juga kehidupan pernikahan, berlangsung untuk selamanya. Bahkan ketika maut memisahkan, harapan tetap ada untuk disatukan kembali kelak di akhirat.

Jari manis, banyak filosofi di dalamnya

Cicin Selalu Di Pakai di Jari Manis

sumber gambar: http://undangan.id

Baiklah, sekarang masuk kepembahasan yang ditunggu tunggu. Mengapa cincin dipakai di jari manis? Kita sendiri masyarakat Indonesia menyebut jari keempat adalah jari manis, di jari manis lah dipakaikan cincin pernikahan.

Ada beberapa pendapat yang berbeda-beda mengenai penempatan cincin di jari manis.

Anggapan berdasarkan tradisi bangsa Romawi jaman dulu, di jari manis terdapat pembuluh darah yang terhubung langsung ke jantung. Saat itu teknologi belum canggih seperti sekarang.

Telah diadakan penelitian bahwa tradisi dari bangsa Romawi itu salah, pembuluh darah khusus yang mereka maksud itu tidak ada.

Namun karena kepercayaan itu telah mengakar ribuan tahun, sebagian orang percaya bahwa masih ada “pembuluh cinta” di jari manis yang menghubungkan ke jantung.

Dari Mesir dan Roma, melintasi Sungai Nil dan Laut Hitam, sekarang kita mendarat di benua Asia. Kita bertemu dengan kebudayaan Tiongkok/Tionghoa, etnis yang pada tahun 1967-2014 kita sebut dengan nama Cina.

Orang-orang Tionghoa percaya bahwa jari-jari tangan manusia melambangkan hubungan keluarga. Di setiap jari memiliki melambangkan hubungan keluarga yang berbeda-beda.

Menurut mereka, jempol / ibu jari melambangkan orang tua, telunjuk melambangkan saudara, jari tengah melambangkan dirinya sendiri, jari manis melambangkan pasangan hidup, dan terakhir jari kelingking menunjukkan anak-anak.

Hal itu dapat dibuktikan dengan percobaan sederhana dengan pergaan jari-jari tangan. Ikuti intruksi di berikut ini,

  1. Tekuk dan tempelkan kedua punggung jari tengah (bagian luar, bukan bagian telapak)
  2. Ikuti dengan menempelkan masing-masing kepala jari (bagan telapak tangan), mulai dari jempol tangan kanan dan kiri, telunjuk tangan kanan dan kiri, jari manis tangan kanan dan kiri, hingga kelingking tangan kanan dan kiri (hingga masing-masing kepala jari saling menempel, kecuali jari tengah)
  3. Kemudian coba pisahkan masing-masing kepala yang telah menyatu, mulai dari jempol, telunjuk, kelingking, dan jari manis urutan terakhir.

Apa yang akan kamu dapati? Kamu akan mendapati bahwa ibu jari, telunjuk dan jari kelingking untuk kepala jari yang menempel dapat dipisahkan, tetapi tidak untuk jari manis.

Kamu bisa membuktikannya sendiri percobaan sederhana ini.

Peragaan Jari Manis sebagai Simbol Pasangan Hidup

sumber gambar: http://whatzp.com

Penjelasan makna dari percobaan peragaan jari itu adalah, kamu dapat memisahkan ibu jari (simbol orang tua) karena orang tuamu tidak ditakdirkan untuk bersama denganmu selamanya. Pada kondisi tertentu mereka harus meninggalkanmu dalam kehidupan.

Jari telunjuk (simbol saudara) juga dapat dipisahkan karena kamu tidak ditakdirkan untuk bersama dengan saudaramu seumur hidup. Mereka pada akhirnya juga akan meninggalkanmu dan memiliki keluarga sendiri.

Demikian dengan jari kelingking (simbol anak) dapat dipisahkan, karena anak-anak kamu kelak tidak akan bersama denganmu selamanya. Mereka akan tumbuh dewasa dan menemukan pasangannya sama sepertimu.

Mereka pada akhirnya akan mempunyai kehidupan dan keluarga sendiri. Berbeda dengan jari manis (simbol pasangan hidup), seberapapun kuatnya usaha kamu untuk memisahkannya, tetap akan gagal.

Pasangan Romantis Pernikahan Dengan Cincin

sumber gambar: benandlauraphotography.com

Itulah mengapa jari manis dianggap sebagai simbol dari pasangan hidup, tidak terpisahkan. Pasangan hidupmu (istri / suami) yang ditakdirkan untuk selalu bersama denganmu, sepanjang hidup baik dalam keadaan suka maupun duka.

Teori lainnya yang memperkuat bahwa sudah seharusnya cincin dipakaikan di jari manis yaitu fakta bahwa jari manis jarang digunakan dalam beraktivitas.

Dengan begitu, hal ini akan menjaga cincin agar tidak mudah rusak. Sebenarnya, jari kelingkng juga jarang digunakan, namun jari ini dirasa terlalu kecil. Hal tersebut dinilai cukup merepotkan dalam desain cincin pada jari kelingking.

Tangan kiri atau tangan kanan?

Pemakaian Cincin Nikah di Jari Manis Pengantin Wanita

sumber gambar: www.junik.si

Sudah jelas, bahwa jari manis adalah jari terbaik untuk dipakaikan cincin pernikahan, ada pertanyaan lagi. Penempatan ada di jari manis tangan kiri atau tangan kanan?

Untuk hal ini terdapat beberapa perbedaan di beberapa negara. Orang-orang di Spanyol, Norwegia, Venezuela, Ukraina, Bulgaria, Polandia, Rusia, Austria, India, Jerman, Peru dan Portugal, mereka mengenakan cincin pernikahan di jari manis pada tangan kanan.

Oleh karena itu, untuk di tangan mana penempatan pemasangan cincin di tangan kanan / kiri, kamu bisa memakainya di tangan yang kamu suka. Tidak ada hukum atau larangan tentang hal ini yang bisa mencegahmu untuk melakukannya.

Meskipun demikian, kamu bisa mempertimbangakan untuk memakai cincin pernikahan di jari manis tangan kiri. Alasannya sederhana, karena tangan kanan lebih sering digunakan daripada tangan kiri. Di tangan kanan yang lebih sering digunakan untuk beraktivitas bisa menjadikan rawan cidera pada jari dan kerentanan kerusakan pada cincin.

Alasan sederhana lainnya mengapa jari manis tangan kiri yang dipilih yaitu karena gerak reflek dan kemudahan dalam pemakaiannya. Ketika sepasang pengantin melakukan tukar cincin, mereka akan saling berhadapan, seperti saat menghadap bercermin.

Ketika pengantin pria menjulurkan cincin dengan menggunakan tangan kanan, tangan kiri pengantin wanita akan meresponnya layaknya cermin.

Sebaliknya, ketika pengantin wanita memasangkan cincin dengan menggunakan tangan kanan, pengantin pria juga akan meresponnya seperti cermin yaitu menyerahkan tangan kirinya untuk perempuan.

Bagaimanapun, pilihan ada di pada kamu dan pasanganmu. Selama kalian saling percaya dan saling menyayangi, tidak masalah untuk kamu pakai di jari mana dan tangan mana cincin pernikahanmu.

  • Add Your Comment