Tentang SMA ku, Catatan Masa Putih Abu-abu

10 min read

Penegak Disiplin Pelajar Sekolah
sang pemimpi catatan masa putih abu-abu
Ilustrasi (film sang pemimpi). Image via moviegasm.wordpress.com

Putih abu-abu adalah warna seragam untuk sekolah menengah atas dan sederajatnya. Dulu ketika masih berseragam tersebut, rasanya biasa saja. Seperti biasa berangkat pagi, bertemu teman-teman, belajar di kelas, kegiatan, dan pulang.. begitu seterusnya.

Masa itu sudah berlalu 4 tahun yang lalu. Sekarang aku sudah tidak bisa mengulang kembali harianku dimasa itu. Kadang kalau teringat masa itu berkesan juga. 😀

Sekilas Tentang Sekolahku

Library Building School. Image via pexels.com
Library building school. Image via pexels.com

SMA favorit di Magetan, adalah julukan dari sekolahku waktu itu. Terletak di pinggir sawah melewati gang seberang terminal Maospati. Kalau orang Magetan pasti sudah tidak asing mendengarnya, SMANTI nama sekolahku.

SMANTI atau SMA N 1 Maospati adalah sekolah terbaik di wilayah timur kabupaten Magetan, sepertinya bukan hanya di wilayah timur saja tapi diseluruh Magetan.. Yaa satu-dua lah dengan SMA N 1 Magetan haha ?

Bisa dibilang, lingkungan yang baik untuk mendukung prestasi ada di sekolahku. Siswa-siswi yang masuk menjadi murid SMANTI sudah ter-filter dulu, tentunya yang masuk SMANTI sebagian besar adalah murid-murid yang cukup berprestasi dari sejak SMP. Dengan begitu, daya pacu seorang siswa akan menyesuaikan dengan berbagai murid yang kompeten.

Banyak hal yang bisa menjadikan sekolahku menjadi julukan sekolah favorit. Mulai dari guru-guru yang kompeten, prestasi akademik karena seringnya juara olimpiade tingkat provinsi maupun nasional, prestasi olah raga, dan fasilitas sekolah yang bagus, banyaknya lulusan yang tembus ke PTN ternama, banyak alumni Perwira, dan terbukti banyak alumni-alumni sukses lainnya.

Sekilas Tentang Aku

Arai sang pemimpi
Arai Sang Pemimpi (Mirip aku) Image via soerdepoer.wordpress.com

Masuk SMA ditahun 2009, aku adalah orang yang beruntung bisa bersekolah di SMANTI. Banyak dari teman temanku SMP yang menginginkan bersekolah di SMANTI tapi tidak lolos seleksi.

Bagaiman denganku? Apakah aku juga siswa teladan? Jawabnya siswa telatan hahaha. Seabgus appaun sekolah kita tentu saja tidak semua murid dari sekolah favorit semuanya pintar dan teladan. Aku cuma beruntung, kebetulan nilai kelulusan SMP ku tinggi dan aku berhasil diterima di SMANTI. Alhamdulillah.

Aku hanya siswa biasa tidak pernah juara kelas, tidak pernah menjadi pengurus kelas, tidak juga aktivis organisasi. Aku sering terlambat masuk kelas, pernah dihukum di jemur di lapangan, dan parahnya juga pernah berkelahi. hehe

Tapi aku tak pernah sekalipun bolos sekolah maupun alpha dalam presensi. Karena sekolah adalah amanah dari orang tua. Bagiku membolos adalah pantangan mutlak yang harus aku hindari. Jika aku tidak masuk sekolah, pasti ada pemberitahuan dan ijin sebelumnya.

Pengalaman Masa Putih Abu-abu

Gambar Maudy Ayunda, Afgan, Chelsea Islan di Film Refrain
Image via cangkirkopikucing.blogspot.com

Aku pertama kali masuk di kelas sepuluh F (XF). Semasa angkatanku, penjurusan sekolah dilakukan di kelas 11. Jadi pelajaran di sekolahku masih umum, aku dan teman-teman mempelajari pelajaran IPA (Kimia, Fisika, Biologi) dan juga IPS (Sosiologi, Geografi, Ekonomi), dan mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PKN, di tambah lagi muatan lokal.

Ya seperti itu, semua mata pelajaran itu kami tempuh dan sepertinya itu belum seperapa di bandingkan Madrasah Aliyah. 😀

Yang membekas di memori adalah perjuangan mendapatkan nilai yang bagus agar bisa masuk ke jurusan IPA. Sepertinya bukan hanya aku saja yang menginginkan masuk IPA. Jurusan IPA menjadi favorit dari hampir sebagian besar murid SMA ku.

Entah mengapa, hal tersebut sudah mengakar bahwa IPA adalah jurusan yang bagus, peluang lebih lebar dan mendapatkan tempat yang lebih tinggi dalam profesi tertentu. Hal lain yang mendominasi di jurusan IPA adalah golongan siswa-siswi yang rajin dan tertib, ada juga yang berpendapat IPA adalah tempatnya calon istri-istri idaman haha 😀

Berbeda sekali dengan IPS, IPS selalu di isi oleh kumpulan siswa-siswi yang mbeling (susah diatur). Suka klayapan, seragam amburadul dan tidak disiplin. Dan lagi ada yang beranggapan kalau anak IPS tidak lebih pintar dari anak IPA.

Terpengaruh Pola Pikir Yang Salah

Dalam kebingungan
Image via pexels.com

Anggapan bahwa IPA itu lebih baik dari IPS adalah kesalahpahaman pemikiranku. Jurusan IPA dan IPS sebenarnya sama saja. Ilmu IPS akan lebih bisa diterapkan secara langsung di masyarakat dan kehidupan kita.

Ilmu IPA juga sangat bermanfaat, seperti listrik, lampu penerang, komputer, internet sebagian besar berasal dari ilmu-ilmu IPA. Semua penemuan-penemuan hebat itu di temukan oleh orang-orang yang mempelajari IPA, yang menjadi pertanyaan dimanakah jiwa kita?

Kebanyakan siswa baru SMA belum sampai ke pemikiran seperti itu, jurusan IPA tampak elit karena memang orang-orang jenius ada disana. dan IPS tambah buruk karena di dominasi pelajar-pelajar yang memang sulit diatur.

Cara pandang tentang IPA dan IPS seperti itu yang sudah menjadi paradok secara turun temurun di lingkungan sekolah membuatku memilih di jurusan IPA.

Sejujurnya, mata pelajaran IPS lebih menyenangkan buatku dari pada mata pelajaran IPA.

IPA atau IPS ?

Jurusan IPA atau IPS ?
Image via pexels.com

Selain cara pandangku yang salah, waktu itu aku ingin mendaftar di militer. IPA adalah alasanku agar aku bisa mendaftar ke militer untuk penentuan jejang masuk sekolah militer.

Karena peraturan militer, jurusan IPS hanya bisa mendaftar di SECATA. Dan untuk jurusan IPA bisa mendaftar di SECABA, kalau di Akademi Militer sudah jelas harus dari SMA jurusan IPA. Ya seperti itu informasi yang aku dapat waktu itu..

Untuk masuk di jurusan IPA itu tidak mudah, hanya siswa-siswi pilihan yang bisa masuk ke jurusan IPA. Bisa jadi karenakan ruang kelas IPA yang tidak sebanding dengan peminat jurusan IPA yang cukup banyak.

Salah satu perjuanganku untuk masuk ke jurusan IPA adalah mengikuti les di rumah guruku, waktu itu masih kelas 10 les yang aku ikuti adalah Kimia di rumah Bu Yatmi (Komplek Lanud Iswahjudi) dan les Matematika di rumah Pak Riyanto (Desa Bogorejo).

Yah, alhamdulillah sesuai harapanku.. hasilnya cukup memuaskan, Aku masuk di Jurusan IPA.

Menjalani Hari-hari Sebagai Anak IPA

Hari-hari anak SMA IPA
Image via pexels.com

Dari sistem pengacakan kelas yang dilakukan sekolah, aku masuk di kelas Sebelas IPA 3 (XI IA 3), aku punya teman-teman kelas baru dan cerita baru.  Setelah masuk IPA, pelajaran IPS ditinggalkan dan mulai membiasakan dengan pelajaran-pelajaran IPA yang memusingkan tapi menyenangkan.

Hampir setiap hari ada tugas berbau IPA kami lewati, teori-praktikum kimia, teori-praktikum fisika, dan teori-praktikum biologi. Tugas yang kami temui berupa soal-soal untuk pekerjaan rumah, ujian-ujian harian, laporan praktikum harian, dan ujian praktikum, begitu seterusnya.

Itu baru mata pelajaran IPA, belum mata pelajaran yang wajib dan mata pelajaran lokal seperti matematika, b. inggris, b. indonesia, dan lain-lainnya. Boleh aku bilang waktu yang tersita tidak terlalu tersita, namun pikiran terlalu terporsir.

Bisa dibilang porsi pelajaran waktu SMA itu cukup menguras pikiran. Karena setiap harinya harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru-guru kami. Yang paling ribet menurutku.. laporan praktikum. Ya karena guru-guru kami menuntut kesempurnaan dari hasil laporan kami.

Kurang lebihnya seperti itu yang aku rasakan menjadi anak IPA 😀

Mengenal Internet, dan Mulai Belajar Komputer

Mulai belajar komputer
Image via pexels.com

Aku tahu internet sejak kelas 2 SMP. Pak Erjam guru TIK favoritku sewaktu masih SMP yang mengajarkannya, pengetahuanku internet wakti itu hanya sekilas saja. Ketika baru masuk SMA aku meminta kepada kedua orang tuaku untuk di belikan Laptop. Karena kasih sayang Ibu dan Bapakku akhirnya aku di beri uang untuk membeli dan memilih sendiri Laptop yang aku inginkan, tentunya menyesuaikan uang pemberian orang tuaku.

Dan akhirnya, aku dapatkan adalah Laptop Acer 4740G processor Inter Core i3 (generasi pertama). Alhamdulillah sampai sekarang laptopku tercintaku masih menyala, masih berfungsi semua dan ya aku pakai buat nulis artikel ini hehehe 😀 Alhamdulillah, lumayan tangguh laptopku ini.

Setelah punya laptop, aku mulai melakukan eksplorasi tentang fungsi dan kegunaan laptop. Aku mulai belajar komputer di mulai sejak punya laptop sendiri. Yang aku pelajari baru sebatas penggunaan biasa seperti pada umumnya.

Beberapa tugas sekolah juga sudah bersinggungan dengan komputer waktu itu, seperti tugas-tugas yang harus di print, tugas presentasi kelompok, dan beberapa rujukan dari guru untuk menyelesaikan tugas dengan memanfaatkan internet.

Nyaman dengan Internet, Sering Bermalam di Sekolah

Nyaman Bermain Dengan Internet
Image via pexels.com

Salah satu penyebab seringnya aku bermalam di internet adalah game ninja saga, tidak hanya itu sesuatu yang lain yang menjadikanku sering bermalam di sekolah juga mencari referensi sebanyak-banyaknya di internet, karena internet adalah hiburan yang sangat luar biasa sejak saat itu.

Hal lain yang mendasariku sering bermalam di sekolah karena download file-file yang berteberan bebas di internet, download game dan download aplikasi yang intinya bisa di pakai untuk mengeksplore keingintahuanku soal komputer.

Teman-temanku yang sering bermalam bersamaku di sekolah diantaranya Adip, Masinul, Rudy, Mas Aan, Brian, Gede, dan masih banyak lagi. Kami sering bermalam ke sekolah dan bahkan membawa tikar untuk alas tidur kami di emperan sekolah.

Di jamanku, SMA ku setiap akhir pekan pasti selalu ramai dikunjungi para pelajar SMANTI untuk ber-hotspot ria. Karena waktu itu, internet masih menjadi sesuatu yang baru berkembang di eraku, tidak seluas sekarang dan tidak semurah sekarang.

Karena seringnya aku bermalam di sekolah, aku jadi kenal akrab dengan Satpam penjaga sekolah, dan seringkali aku dibelikan gorengan dan kopi untuk menemaniku ber-internet ria. Aku juga jadi kenal dekat dengan staf sekolah penjaga warnet sekolah, Mas Harry. Aku banyak berguru tentang troubleshooting komputer kepada mas Hary.

Menjadi Tukang Install Sistem Operasi

tukang service laptop
Image Via wallpapersrang.com

Bermula dari percobaanku sendiri dengan laptopku, aku jadi keseringan utek-utek dengan laptop. awal mulanya karena virus dan masalah-masalah klasik yang sering di alami oleh pengguna windows. Waktu itu virus adalah momok yang sangat mengganggu sekali.

Karena laptopku masih baru, rasa-rasanya aku tidak ingin laptopku tersayang mengalami kecacatan. semuanya harus serba sempurna, mulai dari performa harus lancar, tampilan terlihat sempurna dan fitur semunya bisa berfungsi. 😀

Karena sering menemui berbagai masalah sistem error, komputer lambat, virus, dan lainnya. Akhirnya aku sering berkonsultasi ke beberapa teman yang cukup berpengalaman soal komputer, dan banyak cara-cara yang aku pelajari mulai dari pemilihan anti virus, instal ulang, instal game dan aplikasi, optimizing dan repairing.

Dari beberapa temanku yang sering kali aku berguru kepada mereka, aku mulai aktif di lingkungan anak-anak melek informasi sewaktu itu, sering kali jadi rujukan buat konsultasi teman-teman yang lainnya untuk dimintai bantuan soal masalah laptop error mereka.

Hampir setiap minggu aku selalu membawa dua laptop untuk aku bawa kerumah, ya temanku minta tolong di utek-utek. Kadang temanku yang main kerumahku. Lugunya diriku, selalu mau saja bawa-bawain laptop orang kerumah. Dan aku tidak pernah menarik bayaran untuk bantuan yang aku berikan.

Sepertinya bukan hanya teman sekolah saja, tetangga juga banyak yang kayak gitu. Permasalahan sepele sebenarnya, seperti file ke hidden kalau orang awam bingungnya sudah minta ampun. Sebenernya itu simpel banget kan kalau kita tahu solusinya. Tidak seperti koding yang hanya bisa dipahami oleh dewa IT 😀

Pernah Menjadi PDPS (Penegak Disiplin Pelajar Sekolah)

Penegak Disiplin Pelajar Sekolah
Image via pexels.com

Dulu sewaktu kelas sebelas, aku mencoba untuk serta aktif di kegiatan sekolah. Kebetulan waktu itu temanku satu kelas di XI IA 3, Ari Aditya adalah salah satu koordinator PDPS (Penegak Disiplin Pelajar Sekolah) sedang kekurangan anggota. Oke, aku gabung, itu karena kemauanku sendiri.

Akhirnya, rapat-rapat di kasih tugas dan eksekusi. Tugas yang umum dilakukan PDPS adalah di saat upacara bendera pada hari senin. Kami para PDPS berada di belakang para peserta upacara untuk memastikan upacara bendera tertib dan berjalan lancar, ada tugas tambahan untuk kami yaitu mengecek atribut upacara lengkap dan mengenakkan sepatu hitam kaos kaki putih.

Yang namanya siswa pasti ada yang disiplin dan ada yang bandel, anak IPA atau IPS sama aja. Tapi yang menjadi momok paling menyebalkan adalah anak-anak IPS yang itu itu saja, sering kali aku bergesekan dengan mereka. Dari beberapa yang kena razia ada yang pasrah dan mengakui kesalahan, ada juga yang melawan setelah upacara selesai dan tinggal oleh guru kesiswaan.

Tugas kami yang lainnya selain aktif di hari senin, menjadi intelijen setiap harinya untuk siswa-siswi yang melanggar peraturan, seperti merokok, dan cabut keluar sekolah. Biasanya kami foto untuk bukti pelanggaran. Selain itu di waktu-waktu tertentu secara mendadak ada razia handphone untuk seluruh siswa-siswi di sekolah.

Jujur saja menjadi PDPS adalah hal yang sangat aku benci, setidaknya memberi kesan yang berarti hehehe.

Tugas kelompok, Pengalaman Yang Sangat Berkesan

Belajar bersama tugas kelompok
Image via pexels.com

(2011) Sewaktu kelas sebelas, pernah mendapat tugas dari Bu Endik, guru mata pelajaran B. Indonesia untuk membuat drama. Dulu kami memainkan drama yang menceritakan kisah Joko Tingkir dan Nawang Wulan, dramanya sih biasa aja, karena setelah itu kami pentas biasa di kelas dengan kostum yang sudah kami sesesuaikan. Yang masih teringat adalah latihanku, berkumpulku bareng temen-temen.

(2012) Sewaktu kelas dua belas (XII IA 4)  aku mengulang tugas kelompok lagi untuk membuat drama, kali ini lebih menarik. Tugasnya adalah sama-sama membuat drama, namun yang unik adalah kami seperti membuat film pendek. Tugas kami di filmkan dan nanti di akhir presentasi, film drama kami di putar di kelas untuk di nilai. Kebayang rasanya gimana?

Untuk tugas Basa Jawa, drama kami bercerita tentang Putri Cinderella yang protagonis dan Putri Irakus yang antagonis, di perankan oleh kedua temanku Prita Ningrum sebagai Cinderella dan Aniza Rahma sebagai Putri Irakus. Ada lagi temanku bernama Indah Puspita sebagai permaisuri Raja dan Yeni sama sebagai pelayan Putri Irakus yang sama-sama antagonis.

Lalu pada cerita seperti ini pasti ada pangerannya hahaha. Sang Pangeran diperankan oleh temanku Fandi Ahmad (teman sebangku kelas sepuluh, ketemu lagi kelas dua belas), sang raja diperankan oleh Putra Primanda, aku sebagai pengawal raja. Kami bertiga, pangeran, raja, dan pengawal raja adalah tokoh yang protagonis.

Drama ke dua adalah tugas Bahasa Indonesia dari Pak Nuryanto, S.Pd, kelompok kami adalah sama seperti kelompok tugas basa jawa sebelumnya, ada beberapa tambahan karena jumlah anggota yang dibagi banyak. Karena sudah terbiasa dan niatnya sih biar lebih kompak.

Angggotanya, Fandi, Putra, Fadli (aku), Indah, Aniza, Yeni, Prita, tambahan Wika dan Wieni. Dari berbagai pilihan tema yang kami ambil mengadopsi dari drama Thailand yang berjudul “A Little Thing Called Love“, dalam arti bahasa Indonesianya “Hal kecil yang disebut cinta”. Arti bahasa Indonesia tersebut kami jadikan judul dari tugas kami.

Kalian pasti sudah tahu ceritanya? Drama kami mirip film aslinya, kali ini peranku sebagai pak guru yang keren itu 😀

Banyak suka duka kami dalam mepersiapkan tugas itu, pengambilan latar untuk shooting di berbagai tempat muali dari lingkungan sekolah, alun-alun Madiun, rumah Putra di Madiun. Banyak kenangan seperti kehujanan bareng, jalan-jalan bareng, dan tukaran (bertengkar) antar anggota kelompok dan akhirnya baikan lagi.

Banyak pelajaran yang berharga pastinya, sempat ku upload di youtube videonya, cum sekarang dah hilang wkwk

Catatan Akhir Sekolah

catatan akhir sekolah
Image via pexels.com

Kelas dua belas, biasanya para siswa-siswa banyak yang tobat. Tiap pagi kerjaannya ke masjid sekolah untuk sholat dhuha. Selian itu perilaku yang menunjukkan kedewasaan diri mulai terlihat. Hal itu juga aku alami.

Foto Bersama Untuk Album Sekolah

Menjelang kelulusan, seluruh angkatan kelas dua belas melakukan pengambilan foto untuk kelas masing-masing untuk di jadikan album kenagan kelulusan. Kelasku dua belas IPA 4 juga demikian, ada foto personal, foto di bagi kelompok-kelompok, dan foto kesuluruhan satu kelas.

Foto kelas keseluruhan diambil di sekolah bersama bapak wali kelas Drs. Riyanto. Dan untuk foto personal dan kelompok kami take di Ponorogo di studionya langsung dari jasa yang dapat proyek dari sekolah.

Menantikan Kelulusan

Ujian nasional, hanya bisa pasrah. Semua ikhtiar sudah aku jalani semampuku, akhrinya lulus 100% untuk SMANTI angkatanku. Setelah proses UN, UAS, ujian praktek sekolah kami lalui semua.

Rasanya cukup hampa, sekolah tak menyenangkan hari-hari sebelumnya. Kami anak kelas dua belas menantikan kelulusan, tidak ada pelajaran disekolah. Kami di bebaskan, masuk sekolah.. boleh pulang kapan saja.

Boleh masuk sekolah, boleh di rumah saja. Aku biasanya ke sekolah, masih pakai seragam duduk manis di emperan kelas seperti biasa, bersama Acer teman hidupku tercinta. Browsing, facebook, dan mencari-cari informasi kuliah untuk jenjang berikutnya.

Hanya beberapa orang saja temanku yang seangkatan ada di sekolah, tak seramai biasanya. Guru-guruku sering menyapaku, kenapa masih sekolah aja Gus.. kan sudah lulus? Aku hanya tersenyum, dan menjawab ” Tidak apa apa Bu, kangen sekolah.” Dan Guruku menjawab, “Ya udah di lanjut Gus.”

Dalam hati rindu suasana keramaian sekolah, rindu kesibukan-kesibukan mengejakan tugas yang tidak pada jelas itu, rindu olah raga bareng teman-teman kelas, rindu bercengkrama di emperan kelas dan rindu canda tawa bapak ibu guru yang selalu sabar mengahadapi sikap para siswa-siswi.

Asmara Bagimana?

Ada yang aku suka sudah lama, teman SMA. Aku ga berani bilang, kusimpan saja harapannya suatu saat bisa berjumpa. Tapi sekarang sudah dilamar orang. Yaudah 😀

Petualanganku masih berlanjutt.

Wisuda SMA, Akhirnya Perpisahan

Setiap kelulusan pasti ada perpisahan, di penghujung sekolahku. Prosesi wisuda sekaligus perpisahan angkatanku dilakukan di Graha Dewanto, Lanud Iswahjudi – Magetan. Para wali murid mendampingi, para siswa yang duduk rapi dengan kursi tersendiri.

Mendengar nyanyian-nyanyian perpisahan, lagu hymne guru, lagu-lagu hiburan-hiburan dari Band SMA. Kami para siswa bersuka cita, tertawa bahagia karena kelulusan kami. Saling menyapa dan bertukar cerita kepada teman-teman seperjuangan.

Di dalam gedung aula perpisahan. Dalam hati yang terselip penyesalan, meninggalkan cerita SMA yang sebenarnya ingin aku ulang kembali, memperbaiki prestasi, menghapus kenangan kenangan kelam dan kenakalan yang sudah dialami.

Mengkin saja, bukan hanya aku yang berfikiran demikian. Entahlah, yang pasti perpisahan pasti terjadi. Episode kehidupan baru akan aku jalani dan juga teman-temanku yang baru saja di wisuda. Aku dan teman-temanku berkata, ini bukan akhir. Tapi inilah awal yang sebenarnya dalam kehidupan yang kita jalani.

Catatan akhir – Menyedihkan, aku ga punya banyak foto kenang-kenangan SMA. Sekian..

0 Shares
13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kursus mekanik sepeda motor di YogyakartaSelengkapnya
+ +