Jika Sesama Anak Sulung Berjodoh, 7 Hal Inilah yang Mungkin Terjadi dalam Pernikahan

Pernikahan Anak Pertama Dengan Anak Pertama

sumber gambar: http://iluminen.com/

Perkara jodoh, memang tidak ada yang tahu soal kapan dan dengan siapa. Bisa jadi kamu akan berjodoh dengan janda, dengan duda, dengan anak terakhir, anak jendral, atau bunga desa sekalipun.

Cara ketemunya juga bermacam-macam. Bisa lewat dijodohkan, bisa sekali ketemu besoknya sudah jadi pasangan sah, bisa dari sosial media seperti Tinder, ketemu pas kuliah, dan lain-lain.

Setiap cara mempunyai kesannya masing-masing. Begitu pula dengan siapa kamu menikah nanti, pasti akan membuat terkenang seumur hidup.

Nah, untukmu yang terlahir sebagai anak sulung dan kebetulan berjodoh dengan sesama anak sulung, hal-hal inilah yang kemungkinan dirasakan sepanjang menapaki pernikahan dan rumah tangga.

1. Teguh dan berani, segala badai rumah tangga dan perkara membangun ekonomi dari nol kalian adalah ahlinya

Anak pertama biasanya dididik dengan kondisi keluarga yang masih merintis ekonomi. Coba diingat lagi semasa kamu kecil? Kondisi dan fasilitas orang tuamu kemungkinan masih terbatas. Misalnya masih tinggal di kontrakan, masih masa merintis karir dan semuanya serba terbatas. Berbeda dengan adik-adikmu yang kemungkinan dibesarkan dalam kondisi lebih mapan.

Berbekal itulah, kamu dan dia sebagai sesama anak pertama menjadi lebih teguh dan tertempa untuk menghadapi permasalahan di awal-awal rumah tangga. Terutama masalah yang berkaitan dengan ekonomi.

2. Anak pertama biasa punya idealisme memimpin. Dengannya yang juga anak pertama, kejadian bentrok pendapat bisa kerap terjadi

Kebiasaan menjadi pemimpin untuk adik-adik sangat mungkin membentuk watak anak pertama jadi lebih berkarakter alfa. Bayangkanlah jika pemimpin ketemu pemimpin, sangat bisa terjadi di antara kalian perselisihan pendapat karena sama-sama merasa memimpin. Jika sesama karakter alfa bertemu, maka harus ada penyesuaian dan saling mengerti antara keduanya.

Tapi kalau sudah rumah tangga, harusnya ada kesepakatan tentang pemimpin. Perlu disadari bersama, dimana-mana ‘kan yang berperan sebagai pemimpin adalah suami. Jadi memang wajib rasanya menyerahkan tanggung jawab memimpin itu kepada suami.

3. Kehadiran cucu pertama buat masing-masing keluarga menjadi hal yang sangat dinantikan

Orang tua kalian sama-sama belum mempunyai cucu. Untuk itulah kehadiran anak kalian menjadi hal yang dinanti-nanti. Jangan kaget kalau baru menikah nanti, kamu akan sering ditanya “sudah isi belum?” dari kedua belah pihak keluarga. Siapkan mental mulai dari sekarang. Dan sebaiknya nggak perlu menunda terlalu lama untuk punya bayi.

4. Tidak mau kalah, bisa jadi akar masalah. Untuk itu perlu elaborasi dan penyamaan pemahaman antara kamu dan dia

Sama-sama punya sifat yang keras dan alfa bisa menjadikan kalian sebagai sosok yang nggak mau mengalah. Kondisi ini bisa menjadi hal yang kurang menyenangkan di hubungan pernikahan. Oleh karena itu kalian harus menyesuaikan sifat satu sama lain. Saling mengayomi dan menghormati adalah wajib hukumnya.

5. Kalian adalah contoh buat adik-adik masing-masing. Beban berat akan dijunjung tinggi oleh kalian berdua

Bagi kamu yang punya adik, kalianlah contoh yang sebenarnya dalam sebuah hubungan. Para adik tentunya akan melihat seberapa kualitas hubungan kalian dalam menjalani pernikahan. Jika kalian gagal, adik-adik akan punya anggapan negatif tersendiri dengan kejadian tersebut. Jangan sampai deh, mereka trauma dikarenakan hubunganmu yang kurang harmonis.

6. Positifnya, sebagai sesama anak pertama, kalian nggak banyak menuntut sesuatu dari pasangan

Meskipun umumnya anak pertama bersifat keras, kalian punya sisi positif yaitu tidak gemar menuntut pasangan. Karena kalian tahu, untuk memenuhi sekadar tuntutan bukan hal yang mudah dilakukan. Kalian lebih punya empati dan tidak akan banyak menuntut ketika pasanganmu sedang berusaha memenuhi keinginan kamu.

7. Kamu belum pernah melihat orang tuamu memperlakukan menantu. Proses mengenalkan calon pun lebih terasa seru

Saat di awal sebelumnya, ada hal yang mengesankan. Ketika calon pasangan ke orang tua adalah hal seru sekaligus menegangkan karena mereka belum pernah punya pengalaman memiliki menantu.

Nggak cuma kalian saja yang punya pengalaman pertama, tetapi juga pasanganmu, orang tuamu, dan orang tuanya. Jadi, bersiap-siaplah menghadapi kejutan-kejutan yang ada di dalam keluarga besarmu yang baru terbentuk.

Itulah penjelasan dan kejutan yang bakal kamu dapatkan ketika kamu sebagai anak pertama, berjodoh dengan sesama anak pertama. Sebetulnya nggak ada yang perlu ditakutkan secara serius, hanya perlu penyesuain karakter masing-masing saja kok. Tetap semangat dan sayangi pasanganmu ya.

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan GushaironFadli.com. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.

Loading Disqus Comments ...
  • Add Your Comment