10 Lagu Daerah Paling Populer Di Indonesia

Lagu daerah nusantara paling populer – Di masa sekarang ini adalah masa dimana grub band dengan lagu-lagu yang hits mulai populer, era modern eranya anak muda. Berkembang pesatnya media digital seperti internet yang menjadikan semua media hiburan serba lengkap seperti radio online, musik dan video streaming dan juga televisi online bisa kita nikmati di masa-masa modern ini.

Dari apa yang aku alami mulai dari masa kecil dulu sampai ya setua ini, aku merasakan ada perubahan yang signifikan. Sewaktu kecil, sering kali aku mendengarkan lagu-lagu daerah nusantara yang sering kali di populerkan oleh ibu dan bapak, kakek juga nenekku.

Tidak hanya dirumah, tapi disekolah juga sering kali aku dapati nuansa tersebut. Sekarang rasanya aku merasa jauh dari nuansa lagu-lagu daerah nusantara yang asik itu, apa mungkin dulu itu karena masih kecil ya. haha

Perubahannyam lagu-lagu nusantara yang sering aku dengar udah mulai putar dalam hidupku, mungkin bukan aku aja, barang kali adah sobat yang mengalami hal sama sepertiku?

Ada yang aku khawatirkan yaitu jika lagu-lagu daerah nusantara ini banyak dilupakan oleh generasi-generasi muda. Bukan hanya kalangan remaja aja yang memudar, tapi generasi masa kecil saat ini sudah mulai asing dengan lagu-lagu daerah. Jangan sampai ya, yuk mari kita perkenalkan lagu-lagu daerah kepada si kecil.

Lagu-lagu daerah nusantara ini akan tetap populer sepanjang masa jika kita generasi penerus saling menjaga, memberi tahu, menyanyikan untuk generasi penerus seperti anak-anak dan adik-adik kita. Berbeda dengan lagu modern, lagu-lagu yang ngikuti trend masa tertentu.

Oke deh, buat mengingat kembali nuansa masa kecil juga sebagai pembangkit jiwa nasionalis, meningat dan mencintai kembali lagu-lagu nusantara yang lalu pudar. Aku akan bagi informasi lagu-lagu daerah yang paling populer di Indonesia. Apa saja? simak ulasannya,

1. Ampar-Ampar Pisang

Lagu Daerah Ampar-ampar Pisang

Image via canva.com

Lagu daerah yang pertama yang paling populer menurut penulis adalah Ampar-ampar pisang. Lagu ini berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan (KalSel) yang diciptakan oleh seseroang yang bernama Hamiedan AC.

Lagu ampar-ampar pisan ini berisikan tentang cerita pisang yang diampar, dikerubuti binatang kecil-kecil yang bisa terbang. Binatang-binatang tersebut menyukai aroma pisang, oleh masyarakat Kaliamnatan binatang itu lebih dikenal dengan nama bari-bari.

Pada akhir lagu ini, menceritakan tentang binatang yang ditakuti anak-anak kecil zaman dulu (kata “dikitip bidawang”) artinya adalah digigit biawak. Konon menurut cerita rakyat, kata dikitip bidawang itu dipakai untuk menakuti anak-anak yang suka mencuri pisang (kue rimpi) yang masih dalam proses penjemuran,

Kutipan Liriknya:

Ampar-ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x

2. Anak Kambing Saya

Lagu Daerah Anak Kambing Saya

Image via canva.com

Lagu daerah populer kedua ini berjudul “Anak Kambing Saya”, lagu ini asalnya dari Nusa Tenggara Timur, isi lirik dari lagu ini saling sahut menyahut pertamanya bertanya lalu ada yang menjawabnya kemudian dilirik setelahnya secara bergantian.

Lagu daerah ini yang kita sering kita dengar sekerang sdikir bebeda dari nada dengan aslinya, karena ada modifikasi menjadi sedikit modern untuk mempertahankan kepopulerannya di mata anak-anak.

Sebenarnya masih banyak lagu daerah yang berasal dari NTT yaitu lagu populer lainnya seperti Potong Bebek Angsa.

Kutipan Liriknya:

Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati tuan ada di kampung baru

3. Cublak-cublak Suweng

Lagu Daerah Cublak-cublak Suweng

Image via canva.com

Cublak-cublak suweng adalah lagu daerah yang berasal dari Jawa Timur, lagu tradisional daerah ini sering digunakan sebagai pengiring salah satu permainan tradisional.

Permainan cublak-cublak suwengini  yang dimana pemainnya itu harus telungkup dan pemainnya lainnya menempelkan telapak tangan di atas yang telungkup.

Orang yang telungkup tersebut harus menebak jari apa yang terdapat di punggungnya. Lagu pengiring permainan ini juga bernama cublak-cublak suweng.

Kutipan Liriknya:

cublak cublak suweng
suwenge ting geletek
nganggo kepudung solek
tak ijo royo-royo
sopo gelem delekake
sir – sir pong ‘dele bodhong
sir – sir pong ‘dele bodhong
sir – sir pong ‘dele bodhong-dhong-dhong–dhong ….

4. Injit-injit Semut

 Lagu Daerah Injit-injit Semut

Image via canva.com

Lagu daerah ini juga digunakan sebagai pengiring permainan tradisonal anak-anak yang berasal dari Jambi. Naman permainan sederhana tersebut juga sering di sebut injit-injit.

Permainannya cukup sederhana, yaitu dengan cara saling mencubit punggung telapak tangan teman, jika sakit naik ke atas balik menyubit.

Begitu seterusnya, tetapi siapa yang paling tahan dia yang akan menjadi pemenang. Kelihatannya serem ya, tapi ini permainan yang mengasyikkan.

Kutipan Liriknya:

Injit injit semut
Siapa sakit naik diatas
Injit injit semut walau sakit
Jangan dilepas

5. Naik-naik Ke Puncak Gunung

Lagu Daerah Naik-naik Ke Puncak Gunung

Image via canva.com

Lagu ini sangat populer waktu saya masih taman kanak-kanak dan sekolah dasar dulu, lagu naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.

Waktu jalan-jalan bersama orang tua dan melewati jalan yang menanjak, ada pepohonan pasti lagu ini menjadi nyanyian rutin selama perjalanan. Lagu daerah Naik-naik ke puncak Gunung ini berasal dari daerah Maluku.

Kutipan Liriknya:

Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali

6. Gundul Pacul

Lagu Daerah Gundul Pancul

Image via canva.com

Gundul pacul merupakan tembang dengan syair yang indah dan penuh makna, tembang ini dalam bahasa jawa dan pada artian bahasa Indonesia adalah lagu daerah dengan irama yang indah dan penuh makna.

Tembang Gundul Pacul berasal dari Jawa Tengah, dikenalkan sejak tahun tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan mulia. Pencipta tembang ini adalah Sunan Kalijaga.

Gundul pacul artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang di beri mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Kutipan Liriknya:

Gundul- gundul pacul cul gemblelengan.
nyunggi-nyunggi wakul kul gemblelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar

7. Si Patokaan

Lagu Daerah Si Patokan

Image via canva.com

Si Patokan merupakan syair kuno dari daerah Minahasa yang sering disampaikan seorang ibu kepada anak laki-lakinya yang sudah baligh, tatkala seorang anak tersebut telah diwajibkan mencari nafkah sendiri.

Syair ini menunjukkan rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang sebenarnya para ibu tak tega ditinggal anaknya. Lagu daerah yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Kutipan Liriknya:

Sayang-sayang, Si Patokaan
Matego tego gorokan Sayang
Sayang-sayang, Si Patokaan
Matego tego gorokan Sayang

8. Tokecang

Lagu Daerah Tokecang

Image via canva.com

Lagu daerah yang berirama riang ini berasal daerah dari Jawa Barat. Semakin populer setelah dijadikan soundtrack sinetron anak-anak dahulu.

Lagu ini aslinya merupakan lagu pengiring permainan, arti dari tokecang menurut beberapa orang yaitu ada tokek makan kacang.

Kutipan Liriknya:

Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong
Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong

9. Yamko Rambe Yamko

Lagu Daerah Yamko Rambe yamko

Image via canva.com

Yamko Rambe Yamko merupakan lagu yang berasal dari daerah Papua, yang isi liriknya bercerita tentang peperangan yang terjadi di negeri ini yang saling bunuh membunuh oleh tunas bangsa.

Bunga bangsa yang dimaksud adalah pahlawan yang rela berkorban bahkan sampai mati, mereka rela berkorban untuk mempertahankan negara Indonesia dari para penjajah.

Meski tempo lagunya cepat dan terkesan riang, sebenarnya makna dari lagu ini cukup menyedihkan.

Kutipan Liriknya:

Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yu mano bungo awe ade

10. Jali-jali

Lagu Daerah Jali-Jali

Image via canva.com

Lagu tradisional Jali-jali berasal dari Jakarta, dipopulerkan oleh M. Sagi (seringkali dieja M. Sjaugi) di tahun 1942 melalui biolanya yang tidak berbanding saat itu, menjadikan selanjutnya menjadi lagu rakyat Betawi. Pada 1942, lagu ini pernah dinyanyikan secara bersahutan antara wanita dan pria.

Kutipan Liriknya:

Inilah dia sijali-jali
Lagunya enak, lagunya enak
Merdu sekali
Capek sedikit tidak peduli sayang
Asalkan tuan, asalkan tua
Senang di hati

Bagaimana, apakah lagu-lagu diatas membawa kalian bernostalgia ke masa kecil lagi? Walau lagu-lagu diatas sudah jarang diputar, masa kecil dulu pernah menjadi lagu yang sering aku nyanyikan di waktu kecil.

Sebenarnya masih sangat banyak lagi lagu-lagu tradisional dari seluruh penjuru nusantara dan populer. Harapanku semoga yang 10 tadi bisa berkesan dan membuatmu menjadi lebih cinta tanah air.

Semoga artikel ini bisa menjadikan kita lebih lestari buat menjaga memberitahukan kepada anak-anak kita, biar makin cinta Indonesia dan menjaga budayanya.

Temen-temen jika punya info tambahan, silahkan tambahkan di komentar ya.

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan GushaironFadli.com. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.

Loading Disqus Comments ...
    1. Irly November 4, 2016
      • Gushairon Fadli November 4, 2016

    Add Your Comment